Friday, January 24, 2014

Banjir Kudus


http://regional.kompas.com/read/2014/01/23/1846463/Banjir.1.Meter.Jalur.Demak-Kudus.Ditutup

Banjir 1 Meter, Jalur Demak-Kudus Ditutup

Kamis, 23 Januari 2014 | 18:46 WIB
KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATIIlustrasi Banjir

SEMARANG, KOMPAS.com — Jalur darat yang menghubungkan antara Kabupaten Demak dan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, ditutup akibat banjir dengan ketinggian air 50 sentimeter hingga 1 meter.

Wakil Kepala Kepolisian Resor Demak Komisaris Tedy Rayendra, saat dihubungi dari Semarang, Rabu (23/1/2014) malam, mengatakan bahwa kondisi arus kendaraan mulai dari Kecamatan Gajah hingga perbatasan Kabupaten Demak dengan Kabupaten Kudus macet total sehingga ditutup, baik dari arah timur maupun barat.

"Kemacetan lalu lintas itu terjadi karena ruas jalan sepanjang 10 kilometer di perbatasan Kabupaten Demak dan Kabupaten Kudus tergenang banjir," katanya.

Menurut dia, berbagai jenis kendaraan hanya bisa berhenti di jalan tersebut karena ruas jalan yang tergenang banjir tidak bisa dilalui kendaraan.

"Untuk mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan terhadap para pengguna jalan yang terjebak banjir, petugas kepolisian dari beberapa sektor dan Polda Jateng melakukan patroli," ujarnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat yang akan melewati jalur tersebut agar mengurungkan niatnya agar tidak terjebak macet akibat banjir yang bertambah parah.

"Kami juga telah memasang rambu-rambu berisi pemberitahuan banjir di sejumlah titik di Jepara dan Kudus sehingga kendaraan pribadi diimbau untuk kembali ke Semarang," katanya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, kemacetan arus lalu lintas sepanjang puluhan kilometer juga terjadi di ruas Jalan Trengguli atau jalur timur Kabupaten Demak hingga Karanganyar yang berbatasan dengan Kabupaten Kudus.

Ruas jalan dari Trengguli yang menuju Kecamatan Welahan Jepara juga ditutup karena banjir yang menggenang sejak Selasa (20/1/2014) malam.

Banjir juga menyebabkan belasan ribu warga yang berada di sejumlah desa di Kecamatan Wedung dan Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, terpaksa mengungsi ke tempat yang aman.

Sejumlah desa yang terendam banjir itu antara lain Mijen, Tedunan, dan Pecuk.

Banjir di Jalur Kudus dan Jepara - Tempo

http://www.tempo.co/read/news/2014/01/24/058547928/Banjir-Masih-Rendam-Jalur-Kudus-dan-Jepara

Banjir Masih Rendam Jalur Kudus dan Jepara

Banjir Masih Rendam Jalur Kudus dan Jepara
Sejumlah anak bermain sepeda di jalan yang tergenang banjir di kawasan Mejobo, Kudus, Jateng(19/1). Banjir akibat luapan Sungai Piji setinggi 30-60 cm itu merendam sejumlah titik di dua desa di kecamatan Mejobo. ANTARA/ Andreas Fitri Atmoko
TEMPO.CODemak - Banjir masih merendam jalur utama yang menghubungkan Semarang ke Kudus dan Semarang ke Jepara. Polisi lalu lintas menutup jalur dari Demak menuju Kudus di pertigaan Trengguli, Demak. Jalur di depan Terminal Kudus memang masih terendam air sehingga belum bisa dilalui kendaraan. Banjir di jalur ini sudah terjadi sejak empat hari lalu.

"Banjir di jalan depan Terminal Kudus masih tinggi sehingga dapat merendam ban mobil," kata Kadaryanto, warga Kudus, kepada Tempo, Jumat, 24 januari 2014. 

Di Trengguli terlihat puluhan truk besar parkir menunggu banjir surut. 

Kondisi serupa juga terjadi di Welahan, yakni jalur yang menghubungkan Demak ke Jepara. Air masih menggenang setinggi 50 sentimeter. Hanya truk yang bisa melintasi kawasan ini. Namun, karena saling mendahului, kemacetan tak terhindarkan. Pantauan Tempo di Welahan, antrean truk dari arah Demak mengular hingga hampir tiga kilometer. "Macet sudah tiga jam," kata Slamet, salah satu sopir truk.

Ahmad Afid, salah satu pengendara mobil dari Cirebon menuju Jepara, terpaksa memarkirkan mobilnya di Desa Bermi, sekitar 2,5 kilometer dari Welahan. Dia melanjutkan perjalanan dengan ojek sepeda motor. "Sejak Subuh saya sudah terjebak macet menjelang Welahan," ujarnya.


Pukul 07.15, Demak dan Jepara sudah diguyur gerimis. Mendung hitam bergulung.

SOHIRIN




Longsor di Jepara

http://rlisafmjepara.com/jepara-selatan-banjir-jepara-utara-siaga-longsor/


Jepara Selatan Banjir, Jepara Utara Siaga Longsor

Jepara Selatan Banjir, Jepara Utara Siaga Longsor

Longsor di Desa Tempur, Jepara. Foto: @jepara_todaySelain banjir di Jepara bagian selatan. Jepara bagian utara juga siaga longsor. Terdapat belasan titik longsor terjadi wilayah Jepara bagian utara. Seperti yang terjadi di Desa Tempur pada Rabu pagi (22/1/2014) kemarin.
Sulistiono salah seorang anggota Mapala Carter Unisnu Jepara yang ikut mengevakuasi korban longsor di Desa Tempur kemarin, mengatakan bahwa desa yang berbatasan dengan Kabupaten Kudus di lereng Muria tersebut saat ini masih berstatus siaga. Jika hujan deras masih berlangsung, kemungkinan besar banjir lumpur dan longsor kembali terjadi.
Sementara menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jepara, Lulus Suprayitno, longsor di Jepara memang terjadi pada Rabu dan Kamis (23/1/2014).
Beberapa desa yang terkena longsor tersebar di empat kecamatan, diantaranya Desa Bungu (Mayong), Desa Tanjung (Mlonggo), Desa Sumber Rejo (Donorejo), dan Desa Tempur (Keling). Rumah yang terkena longsor ada yang mengalami rusak ringan, hingga roboh. Namun tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.
Sepanjang sepekan terakhir, Jepara memang masih diguyur hujan dengan curah tinggi. Pemerintah Jepara sendiri sudah menetapkan daerahnya dengan status siaga bencana. Hingga sekarang terhitung sekitar 25 ribu warga masih mengungsi akibat  bencana di Jepara ini, imbuh Lulus. [ak]

Thursday, January 23, 2014

Tim SAR Evakuasi warga di Jepara


http://jaringnews.com/politik-peristiwa/umum/55122/hari-ke-lima-banjir-kepung-jepara-tim-sar-masih-evakuasi-warga


Hari ke Lima Banjir Kepung Jepara, Tim SAR Masih Evakuasi Warga

Rhobi Shani
Evakuasi korban banjir di Desa Batukali, Kalinyamatan, Jepara (Rhobi Shani)
Evakuasi korban banjir di Desa Batukali, Kalinyamatan, Jepara (Rhobi Shani)
Ketinggian air di Desa Dorang dan Paren rata-rata di atas 2 meter
JEPARA, Jaringnews.com - Setelah intensitas curah hujan berkurang kemarin, Rabu (22/1/2014), hari ini, Kamis (23/1/2014) hujan sejak dini hari hingga pagi ini kembali membasahi Bumi Kartini. Tak pelak, banjir yang kemarin berangsur surut kini kembali tinggi. Bahkan di sejumlah titik di Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara, genangan air semakin parah.

Memasuki hari ke lima banjir yang melanda Kabupaten Jepara, pagi ini tim SAR gabungan masih melakukan evakuasi warga ketempat yang lebih aman. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara menyampaikan, ketinggian air di Desa Paren Kecamatan Mayong dan Desa Dorang Kecamatan Nalumsari rata-rata di atas 2 meter.

“Seperti dugaan saya kemarin, hari ini air tambah besar. Kami konsentrasi evakuasi warga Paren dan Dorang. Ketinggian air rata-rata di atas 2 meter,” terang Lulus, pagi ini.

Selain air yang merendam pemukiman warga cukup tinggi, arus air banjir juga cukup deras. Pasalnya dua desa tersebut berdekatan dengan aliran sungai.
Data jiwa yang terdampak banjir hingga kemarin, sebanyak 71.185 jiwa. Jumlah tersebut tersebar di 7 kecamatan di 25 desa. Jumlah tersebut belum termasuk jiwa yang terdampak banjir di Kecamatan Donorojo dan Kecamatan Keling.

Data yang dikeluarkan BPBD Kabupaten Jepara pada, Rabu (22/1/2014) menyampaikan, jumlah jiwa yang terdampak banjir di Kecamatan Welahan sebanyak 17.231 jiwa, Kecamatan Mayong 8.753 jiwa, Kecamatan Kalinyamatan 9.841 jiwa, Kecamatan Nalumsari 3.271 jiwa, Kecamatan Tahunan 7.763 jiwa, Kecamatan Kedung 11.873 jiwa, Kecamatan Pecangaan 12.453 jiwa.

“Kalau sampai pagi ini berapa kami belum update lagi. Jumlah tersebut belum termasuk jiwa yang terdampak di Kecamatan Donorojo dan Kecamatan Keling,” pungkas Lulus.

 

Peduli Banjir Pati-Kudus-Jepara



Curah hujan yang diatas normal pada saat ini, khususnya di daerah Kabupaten Pati,Kudus dan Jepara, mengakibatkan meluapnya beberapa sungai besar yang ada didaerah itu.  Saat ini Badan SAR Nasional sudah mengerahkan kekuatannya untuk membantu mengevakuasi korban banjir di tiga kabupaten tersebut.  “ Berdasar data yang ada, terdapat puluhan desa yang tergenang. Puluhan desa itu tersebar di sembilan kecamatan yang ada di Jepara yaitu di Kecamatan Welahan, Kalinyamatan, Kedung, Pecangaan, Jepara, Donorojo, Tahunan, Mayong dan Nalumsariberita di Tribunnews.com 19 Januari 2014 (link)
Terkait dengan adanya bencana banjir di Kabupaten Pati-Kudus dan Jepara, dan pada saat ini sudah banyak korban yang telah dievakuasi ke daerah yang lebih aman,  posko-posko pengungsian sudah banyak didirikan untuk menampung korban banjir. Karena pada saat ini fokus tim SAR adalah evakuasi korban, kebutuhan pakaian dan makanan sangat dibutuhkan untuk korban banjir.
Kami sudah berkoordinasi dengan rekan mitra kami di PLIK Mayong Jepara,yang juga menjadi posko banjir di kecamatan Mayong Jepara, dengan alamat :
Jl. Kauman 40 RT 06/01, Desa Pelemkerep, Kec. Mayong, Kab. Jepara
CP . Fathur Rohman - 081228944272/085866767171

Bantuan sangat dibutuhkan di posko tersebut, untuk itu kami mohon bantuan untuk semua pihak yang tergerak untuk membantu korban banjir dalam bentuk apapun.
Bantuan dalam bentuk pakaian,bahan makanan dan material lainnya bisa dikirim ke :
Kantor KPU/USO KEMKOMINFO PLIK Paket 5 DIY Jawa Tengah
Nglaban RT 006/XV Sinduharjo 
Ngaglik Sleman Yogyakarta 55581
Telp : 082190009037 - 082190009038

Atau bantuan dana bisa dikirim ke :
Yogista Pradhana Hanindyajati
Permata Bank 4105706001
(Laporan semua dana masuk akan diemailkan)
Rencana penyaluran bantuan akan dilaksanakan Minggu ke-4 Januari 2014
Terimakasih, Semoga sekecil apapun bantuan akan sangat berguna dan berarti bagi yang membutuhkan

Salam